Monday, 11 November 2019

Kawasan Perumahan Kumuh di Kota-Kota Besar

JENIS PETA UNTUK KEBUTUHAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

PERBEDAAN PEMILU INDONESIA & USA

Cerpen "Mirip Tapi Tidak Sama"

Siang itu udara sangat dingin, ditemani dengan hujan gerimis yang turun rintik-rintik. Ku langkahkan kakiku keluar dari pintu rumah menuju ke tempat Favoritku "Wilona Net", warnet dengan kecepatan yang lumayan dari warnet-warnet lain di sekitarnya. Lo tanya kenapa tempat ni jadi Faforit Gue? Hehehe...... Bayangkan bro, loe bisa download sepuas-puasnya di atas kesengsaraan jaringan teman-teman loe yang lagi main di biling lain. Heheheh tentu saja dengan menggunakan sofware bantu IDM (Internet Download Manager), loe bisa download dengan cepat dan santai. Selain itu harga ongkosnya juga murah dari warnet lain, sejam loe hanya perlu keluarin duit Rp. 3000 doang and kalo loe ngambil paket yang dua jam loe hanya keluarin duit Rp.5000 aja bro.

Saat tiba di sana, gue lihat salah seorang teman gue cewek di SD dulu. Dulu Gue sekolah di SD Mutiara, salah satu SD fasilirasnya cukup lengkap dari SD lainnya. Tu cewek dulu biasa-baisa aja, dengan ciri-ciri Kutilang alias Kurus Tinggi Langsing dengan gaya rambutnya yang Kriting. Tinggi, dia dulu lebih tinggi dari gue, tapi sekarang kayaknya gue deh yang lebih tinggi. yah... beda-beda tipislah sebelas duabelas hehehehe :D. Tapi sekarang dia tampil beda bro mungkin karna dia dah lama ngak gue liat. Yang penting dia tampil beda dari 4 Tahun yang lalu, sekarang aja nie rambutnya ngak kriting lagi kayak dulu. Sekarang rambutnya lurus bagaikan sapu lidi ckckckck, yang penting dia jadi lebih enak di liat.

Dari depan gue sapa Dia sambil ngambil kursi. Eh dia malah ngak dengar, atau dia budek kali ya. Ngak mungkin.... gue langsung mukul pundak dia. Woi, sombong ya. Wuisss Ipad baru tu, Ngeri loe beli dimana? Mendengar pertanyaan dari Gue, Dia moneleh ke belakang, ADawwww.


Dengan nada Nyaring penuh keheranan di berkata, Maaf ya..... Ngak Kenal!


Wah ternyata itu bukan teman saya SD yang saya ceritakan ternyata itu hanyalah salah satu wanita di dunia ini yang hampir mirip dengan nya.


sory-Sory, kirain tadi loe itu teman gue, sori ye.


Dengan rasa malu gue langsung masuk ke billing, dan tertawa sendiri dalam hati. Sial Mirip si Mirip tapi orangnya ngak sama Kale

Thursday, 2 May 2019

Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Bersihkan Wajah Secara Maksimal

Salah satu penyebab utama munculnya jerawat bisa jadi karena kurangnya menjaga kebersihan area wajahmu. Minyak, sisa makeup, dan kotoran yang menempel di wajahmu berpotensi menimbulkan jerawat apabila tidak dibersihkan secara maksimal. Untuk kamu yang terlanjur memiliki masalah jerawat, maka usahakan agar tidak melewatkan step satu ini ya ladies. Kamu bisa mencoba teknik double cleansing, dengan menggunakan micellar water atau cleansing oil untuk membersihkan makeup dan debu. Lalu lanjutkan step kedua dengan membilas wajahmu dengan menggunakan face wash yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide untuk mengobati masalah jerawatmu. Bersihkan wajah dengan gerakan memutar yang lembut ya dear, untuk mencegah efek iritasi pada area jerawatmu.

Kompres Jerawat dengan Es Batu

Praktis dan memiliki banyak manfaat bagi kulit, es batu mampu memberikan efek cooling pada area yang sedang berjerawat. Es batu juga mampu meminimalisir pembuluh darah yang meradang sehingga efektif untuk mengempeskan jerawat dengan cepat. Eittss meski praktis, ada baiknya kamu tidak langsung menempelkan es batu ke area kulitmu ya ladies. Hal ini justru akan membuat kulit menjadi sensitif dan memerah karenanya. Sebaiknya kamu bungkus terlebih dahulu es batu menggunakan handuk atau kain bersih sebelum di kompres ke area jerawat. 

Gunakan Produk yang Mengandung Tea Tree

Tea tree telah lama dipercaya sebagai salah satu ingredient yang efektif dalam melawan jerawat. Hal ini karena kandungan anti bakteri di dalamnya yang mampu meredakan iritasi karena jerawat. Jadi ketika jerawat muncul, kamu bisa mencoba menggunakan produk-produk yang mengandung tea tree sebagai bagian dari skincare kamu. Ntah itu dalam bentuk masker, lotion, ataupun face wash. Selain itu tea tree juga merupakan bahan alami yang minim dampak negatif bagi wajahmu.

Lembapkan Kulit dengan Aloe Vera Gel

Sebagai salah satu most-on-demand-skincare saat ini, aloe vera gel memang memiliki berbagai benefit yang baik bagi kulit berjerawat. Dengan tekstur gel-nya yang cepat menyerap di kulit, aloe vera gel sendiri bisa kamu andalkan sebagai pelembap bagi kulit berjerawatmu. Hmmm, jadi meski tipe kulitmu kombinasi ataupun berminyak kamu tetap butuh pelembap lho agar kulit wajahmu tetap sehat dan tidak kering. Kamu juga bisa menggunakan aloe vera gel sebagai campuran toner untuk disemprotkan ke area wajah yang berjerawat, dear.

Coba Masker Wajah dengan Lemon

Cara jitu berikutnya untuk menghilangkan jerawat dalam waktu 3 hari adalah dengan mencoba masker wajah menggunakan lemon. Kandungan asam dalam lemon mampu mengurangi minyak dan kemerahan di wajah. Zat citric acid di dalamnya juga berperan sebagai agen yang mampu membunuh bakteri penyebab jerawat. Kamu bisa mencoba masker lemon dengan cara mencampurkan perasan air lemon dengan 2 sendok makan madu. Oleskan lemon dan madu secara menyeluruh ke wajah selama 10 -15 menit, lalu bilas dengan menggunakan air hangat. Setelahnya jangan lupa gunakan pelembap ya!

Hindari Junk Food dan Produk Makanan Olahan

Tidak hanya berasal dari luar, jerawat juga bisa timbul dari faktor internal tubuh kita semisal mengonsumsi makanan olahan, junk food, produk susu, dan makanan berlemak tinggi. Ada baiknya untuk mengurangi makanan tersebut selama kamu berjerawat. Sebab makanan di atas ternyata mampu menjadi salah satu pemicu timbulnya masalah baru pada kulit berjerawatmu. Perbanyak mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, dan gandum agar tubuhmu memperoleh gizi yang baik dan seimbang.

Mengatasi Jerawat

PENYEBAB TIMBUL JERAWAT
1. Hormonal Biasanya jerawat ini muncul saat Anda sedang mengalami PMS atau pada saat hari-hari pertama datang bulan, 2-3 hari setelah selesai datang bulan, atau ketika mengalami menopause. Hal ini bisa menyebabkan produksi minyak berlebih pada wajah, proses pergantian sel kulit mati yang melambat, hingga meningkatnya hormon androgen dalam tubuh, yang akhirnya bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium Acnes ) jadi lebih mudah berkembang biak.

2. Alergi Makanan Hal ini bisa menyebabkan kemerahan hingga pembengkakan pada kulit. Proses pembengkakan ini juga nantinya akan memicu bakteri jerawat untuk berkembang biak dengan lebih cepat. Nah, hal yang tricky di sini adalah alergi yang tadinya tidak sempat Anda alami ternyata bisa saja muncul seiring dengan perubahan lingkungan dan juga pertambahan usia. Jadi ada baiknya untuk selalu aware akan perubahan yang terjadi pada kulit dan tubuh Anda ya!

 3. Air Tidak Bersih Coba deh gunakan air minum untuk mencuci wajah selama beberapa hari. Jika memang kulit jadi lebih tenang, artinya air di tempat tinggal Anda kualitasnya kurang baik. Anda bisa memasang filter agar klorin di dalam air bisa tersaring lebih baik, atau sementara waktu gunakan micellar water supaya wajah tidak perlu bersinggungan dengan air.

 4. Penggunaan Spot Treatment Berlebih Aplikasi obat topikal, seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide yang berlebih ternyata bisa bikin kulit jadi lebih kering, sehingga produksi minyak akan bertambah dan mengakibatkan timbulnya jerawat, lho. Bahan aktif di dalamnya juga memang bisa memberikan efek seperti sedikit membakar kulit jika digunakan terlalu sering dan membuat jerawat semakin merah serta meradang. Jangan karena Anda ingin jerawat lebih cepat kering atau menghilang, maka Anda berpikir bahwa aplikasi produk yang lebih banyak malah akan mempercepat proses penyembuhan. That's totally wrong!

5. Penggunaan Produk Rambut Menurut dr. Lilik, produk rambut seperti pomade atau gel yang punya bahan dasar minyak biasanya sering menyebabkan munculnya jerawat. Hal ini terjadi karena kandungan bahan di dalamnya seringkali bersifat menyumbat pori-pori (comedogenic). Trik Cosmo adalah, pilih produk penataan rambut yang berbahan dasar air. Tapi jika masalahnya ada pada sampo, coba gunakan sampo bebas sulfat dan paraben.

6. Penggunaan Deterjen Sudah rajin mencuci sarung bantal tapi jerawat tetap muncul? Mungkin Anda punya kulit sensitif dan menggunakan deterjen yang terlalu keras formulanya. Residu yang tertinggal pada bahan-bahan yang Anda cuci bisa membuat kulit sensitif jadi mudah teriritasi, hingga memicu jerawat. Untuk mengatasinya, coba ganti deterjen dengan formula yang lebih lembut dan bebas pewangi. Atau, pilih deterjen yang juga aman untuk kulit bayi.

7. Kandungan Vitamin Coba cek kandungan di dalam multivitamin Anda. Jika terdapat iodine di dalamnya, maka hal tersebut bisa jadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Sebagai gantinya, pilih suplemen dengan kandungan zinc, selenium, vitamin A, C, B3, carotenoids, dan omega bisa bantu atasi problema jerawat

CARA MENGATASI JERAWAT
Menurut Cosmo, jerawat itu adalah sesuatu yang personal. Artinya, proses penyembuhan jerawat dari setiap orang juga pasti akan berbeda-beda dan memang tidak ada magical cure yang bisa mengatasinya begitu saja. Anda tetap harus mengetahui setiap detail jerawat tersebut dengan baik.


  • LAKUKAN: 

Gunakan pembersih wajah yang lembut, memiliki bahan dasar air, hentikan penggunaan sabun batangan, dan hindari mencuci wajah terlalu sering. Cukup lakukan 2-3 kali sehari, karena mencuci wajah terlalu sering bisa meluruhkan acid mantle (kombinasi dari sebum dan keringat yang menjadi benteng pertahanan pertama kulit Anda pada lapisan paling atas) dan kulit jadi lebih mudah terserang bakteri penyebab jerawat. Jika memiliki kulit kering tapi berjerawat tapi tetap ingin melakukan metode double cleansing pada wajah, gunakan pembersih wajah atau cleansing oil yang mengandung plant-derived oils (berasal dari tumbuh-tumbuhan), sehingga tidak akan menyebabkan kulit makin teriritasi. Tetap gunakan pelembap walau Anda jerawatan. Kulit yang terhidrasi tentunya akan berfungsi dengan baik. Jika kulit Anda berminyak, gunakan produk bertekstur gel yang cenderung lebih ringan dan berformula non-comedogenic. Anda juga bisa menambahkan aplikasi produk yang mengandung retinoid di malam hari untuk membantu membersihkan pori tersumbat dan menenangkan inflamasi. Perhatikan jenis kulit Anda dengan baik dan pilih produk yang sesuai dengan kondisi tersebut. Penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai dengan jenis kulit pastinya akan makin memperparah jerawat yang ada. Memang tidak ada produk yang benar-benar bisa menghilangkan produksi minyak berlebih. Untuk itu, selalu sediakan blotting paper, no-sebum powder, hingga gunakan clay mask setiap minggu untuk mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah. Gunakan obat jerawat sesuai dengan anjuran dokter atau seperti yang terlampir petunjuknya. Hindari juga mengombinasikan sendiri beberapa obat jerawat hanya karena ingin cepat sembuh. Konsumsi suplemen yang mengandung omega (minyak ikan) di dalamnya. Jika Anda adalah vegetarian, flaxseed oil bisa jadi opsi yang juga bisa memenuhi kebutuhan kulit. Gunakan produk yang memiliki kemampuan peeling ringan untuk aplikasi di rumah. Topical exfoliator seperti glycolic acid atau salicylic acid bisa membantu meminimalisir kehadiran bakteri pada pori-pori wajah, hingga membantu menyamarkan bekas-bekasi jerawat pada kulit. Mengurangi konsumsi dairy products (makanan yang mengandung susu). Dairy products yang sering dikonsumsi biasanya mengandung hormon yang bisa mengganggu kerja sistem endokrin Anda, dan menyebabkan jerawat muncul. Konsumsi antibiotik yang disarankan oleh dokter. Untuk hal ini, memang ada orang yang cocok menyembuhkan jerawat dengan konsumsi antibiotik, dan ada juga yang tidak. Jangan paksakan diri untuk mengonsumsi antibiotik dari dokter, jika memang hasilnya malah terlihat makin memperburuk kondisi wajah Anda.


  • JANGAN LAKUKAN: 

Menggunakan pelembap dengan kandungan shea butter. Walaupun merupakan bahan alami, namun shea butter dipercaya akan memakan waktu lebih lama untuk meresap pada kulit, bahkan cenderung menyumbat pori dan bisa menimbulkan whiteheads. Gunakan pelembap berbahan dasar air pada siang hari, dan aplikasikan face oil bersifat non-comedogenic (tidak menyumbat pori-pori) pada malam hari. Memencet jerawat! Selain bisa menimbulkan bekas yang sulit hilang, dr. Olivia juga menjelaskan bahwa jerawat yang dipencet secara paksa bisa memicu timbulnya jerawat baru. “Selain menimbulkan luka, saat Anda memencet inti jerawat untuk keluar dari pori kulit, maka bakterinya akan menyebar semakin dalam dan membuat jerawat jadi tersebar di area lain.” Konsumsi gula yang berlebih. Nah, jika Anda sering mendengar, "Jangan makan cokelat, nanti jerawatan, lho." Tapi menurut dr. Lilik, sebenarnya bukan cokelat yang menjadi pemicu timbulnya jerawat, tetapi kandungan gula di dalamnya. Gula akan mengakibatkan kadar insulin meningkat dalam darah, sehingga bisa memicu produksi hormon androgen yang selanjutnya menyebabkan peningkatan aktivitas kelenjar minyak dan menjadi pemicu timbulnya jerawat. Menyembuhkan jerawat berdasarkan teori acne mapping. Hal ini menurut dr. Lilik hal tersebut tidak ada hubungannya. Biasanya jerawat yang tumbuh di area tertentu pada wajah disebabkan oleh beragam faktor. Misal pada area dahi yang seringkali diakibatkan oleh produk styling dan perawatan rambut, serta jerawat di sekitar pipi dan rahang bisa timbul karena telepon genggam yang kotor atau sarung bantal yang lama tidak diganti. Sedangkan jika Anda mendapati jerawat pada area sekitar mulut, biasanya hal itu dihubungkan dengan perubahan hormon atau makan-makanan berminyak yang tidak dibersihkan dengan baik menggunakan tisu. Mengaplikasikan produk yang mengandung alkohol untuk mengeringkan jerawat. Kandungan alkohol dalam produk perawatan wajah malah bisa bikin pembengkakan semakin menjadi, dan memperburuk kondisi jerawat. Pilih rangkaian produk yang menenangkan dan tidak terasa menyengat di kulit.

Friday, 16 October 2015

Jenis-Jenis Peta Untuk Kebutuhan Perencanaan Wilayah dan Kota

JENIS – JENIS PETA UNTUK KEBUTUHAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


Mengenali jenis-jenis peta dalam PWK
image





 
Oleh :
Calvin Sozanolo Telaumbanua (14109003)
 
 
 
Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah & Kota Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan
Institut Teknologi Medan







Kata Pengantar
 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkatnya yang telah Ia berikan Kepada kita. Sehingga Makalah ini dapat terselesaikan tanpa ada hambatan dan masalah yang berarti.
Dengan di susun nya makalah ini, Saya berharap teman-teman yang berada di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) lebih mengenal Jenis-jenis peta yang akan di gunakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Ya, tentu saja Saya berharap Makalah ini dapat berguna bagi teman-teman yang membutuhkannya.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Amin.
 
 
 
 
Medan, 8 Mei 2015
 
Hormat
 











Bab 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, kebutuhan akan peta telah berkembang pesat baik itu peta Digital maupun peta kontrofesional. Peta-peta ini digunakan oleh lembaga-lembaga, instansi pemerintahaan, perusahaan, hingga ke kalangan masyarakat. Peta-peta ini digunakan untuk kepentigan dan kebubutuhan masing-masing. Tidak jarang tenaga-tenaga ahli pembuat peta sering kali digunakan untuk membuat sebah peta.
Tidak terlepas dari itu, Perencanaan wilayah juga sangat membutuhkan yang namanya Peta. Dalam kehidupan sehari hari peta sangat dibutuhkan Oleh masyarakat. Selain itu dalam dunia pariwisata dan penjelajahan peta sangat diperlukan. Selain itu juga peta sangat berguna bagi kegiatan-kegiatan di dunia kerja baik itu berupa penataan, proyek, dsb. Peta pada zaman sekarang dapat digunakan kalangan-kalangan umum untuk melihat lokasi mereka berada serta kegunaan peta sebagai batas-batas tiap-tiap daerah serta dapat melihat apa saja kegiatan yg ada di dalamnya. Peta juga tidak lepas dari perkembangan zaman karna peta sekarang tidak hanya dalam bentuk gambar melainkan dapat dilihat secara langsung melalaui internet.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Peta?
2. Apa saja komponen-komponen, syarat dan unsur sebuah peta?
3. Apa saja peta rencana umum tata ruang?
4. Apa saja peta rencana rinci tata ruang?

1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui apa saja pengertian, komponen dan syarat-syarat sebuah peta
 
 
Bab 2
PENGERTIAN, KOMPONEN, SYARAT & UNSUR PETA
2.1 Pengertian Peta

Peta adalah gambaran permukaan bumi yang digambar pada permukaan datar, dan diperkecil dengan skala tertentu dan juga dilengkapi simbol sebagai penjelas. Beberapa ahli mendefinisikan peta dengan berbagai pengertian, namun pada dasarnya peta mempunyai arti yang sama. Berikut pengertian peta dari para ahli.
1. Menurut ICA (International Cartographic Association)
Peta adalah gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari pemukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.
2. Menurut Aryono Prihandito (1998)
Peta adalah gambaran permukaaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui system proyeksi tertentu.
3. Menurut Erwin Rainsz (1948)
Peta adlah gambaran konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibuat pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

4. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005)
Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan pada tingkatan pembangunan.

Dewasa ini sudah dikenal adanya peta digital (Digital Map), yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan media komputer. Biasanya peta digital ini dibuat dengan menggunakan software GIS (Geography Information System). Ilmu yang mempelajari tentang peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang ahli dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf.
2.2 Jenis-jenis Peta
1. Berdasarkan Sumber Datanya
a. Peta Induk (Basic Map)
Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan. Peta induk ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga dapat dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan peta-peta lainnya.
b. Peta Tematik (Peta Khusus)
Peta tematik yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Misal peta Geologi, peta pegunungan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Salah satu contoh peta Tematik yaitu peta pegunungan lahan. Peta ini merupakan peta yang khusus menunjukan persebaran penggunaan lahan suatu wilayah yang dipetakan.
Gambar: contoh peta guna lahan
Gambar: contoh peta penggunaan lahan
 
3. Berdasarkan Skalanya
a. Peta Kadaster/teknik
Peta ini mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5.000 peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak digunakan untuk keperluan teknis, misalnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagiannya.
b. Peta skala besar
Peta ini mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000. Biasanya peta ini digunakan untuk perencanaan wilayah.
c. Peta skala sedang
Peta ini mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000.
d. Peta skala kecil
Peta ini mempunyai skala antara 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000.
e. Peta Geografi/Dunia
Peta ini mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

2.3  Fungsi Pembuatan Peta
a. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif ( letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain ) di permukaan bumi.
b. Memperlihatkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua dan gunung) sehingga dimensi terlihat dari peta.
c. Menyajikan data tentang potensi suatu daeah.
d. Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak-jarak di atas permukaan bumi.
2.4 Syarat Serta Unsur dari Peta
Setiap peta yang benar yakni harus memenuhi beberapa unsur dan beberapa syarat. Yang dimaksud dengan Syarat peta adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi dalam membuat atau menggambar peta sehingga dihasilkan peta yang baik, benar, dan pastinya menarik. Sedangkan yang dimaksud dengan Unsur peta adalah hal hal atau bagian yang harus terdapat dalam gambar peta yang baik dan benar. Apa saja syarat syarat dari peta ? dan apa saja unsurnya ? berikut :
1. Syarat syarat peta
Syarat syarat menggambar peta harus dipenuhi agar menghasilkan peta yang baik dan benar. Beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam menggambar peta antara lain adalah:
· Equivalent.
Apa yang dimaksud dengan equivalent ? Equivalnet artinya luas daerah pada peta harus sesuai dengan luas daerah yang sebenarnya di tempat atau lapangan.
· Equidistant
Apa yang dimaksud dengan Equidistant ? Equidistant artinya adalah jarak daerah pada peta harus sesuai dengan jarak daerah yang sebenarnya di lapangan dengan perbandingan sekala yang tepat.
· Conform
Apa yang dimaksud dengan conform ? Conform artinya adalah bentuk dari daerah tersebut yang tergambar pada peta harus sesuai dengan bentuk daerah sesungguhnya di lapangan.
Peta harus mudah dipahami sehingga tidak membingungkan orang yang membaca atau melihat atau pengguna peta tersebut. Penyajian informasi pada peta haruslah lengkap, teliti, dan sistematis.
 
2. Unsur Peta
Seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, yang dimaksud dengan unsur peta adalah segala sesuatu yang harus ada pada peta atau bagian bagian yang harus terdapat pada peta. Jika ada salah satu unsur peta yang tidak terpenuhi, maka peta tersebut tidak baik atau kurang baik. Berikut adalah beberapa unsur dari peta yang harus terdapat dalam peta.
1). Judul Peta
Judul dari peta mencerminkan isi utama dari peta, misalnya peta yang berjudul "Peta Indonesia" berarti peta tersebut isinya tentang keadaan dari negara Indonesia.
2). Skala Peta
Skala Peta menunjukkan perbandingan jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Contoh peta berskala 1:1000.000, berarti 1 cm jarak di peta sama dengan 1 juta cm atau 10km jarak dilapangan atau jarak sebenarnya. Berdasarkan bentuknya, skala peta dikelompokkan menjadi dua yakni skala garis dan skala angka.
· Skala Garis (Skala grafis)
Pengertian dari skala garis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran perbandingan tertentu. Skala garis biasanya diletakkan pada bagian dalam peta pokok di atas legenda atau didalam kolom legenda.
· Skala Angka (Skala Numerik)
Merupakan skala yang berupa angka angka atau berbentuk angka. skala angka bisanya diletakan pada bagian ats legenda atau didalam kolom legenda. Berikut adalah contoh dari sekala angka :
Peta bersekala 1:400.000. Artinya 1cm pada peta sama dengan 400.000 cm (4km) di permukaan bumi.
3). Penunjuk Arah atau Orientasi
Secara umum peta menggunakan orientasi utara artiya adalah bagian atas pada peta selalu menunjukkan arah utara. Bentuk atau simbol orientasi arah peta bermacam macam, salah satunya berupa anak panah dengan huruf U pada bagian atasnya. 
Orientasi arah pada peta biasnaya diletakkan di bagian mana saja yang kosong pada ruang dalam peta utama.
4). Simbol peta atau Lambang Peta
Simbol peta atau lambang peta ini ada berbagai macam simbol, penegrtian dari simbol peta adalah tanda tanda khsus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan dari penggunaan simbol pada peta adalah untuk memudahkan pemakai peta dalam membaca dan memahami isi dari peta itu sendiri. Berdasarkan bentuknya, simbol peta dikelompokkan menjadi 4 berikut adalah penjelasanya :
a. Simbol titik
Simbol titik pada peta terdiri atas bermacam macam ukuran dan bentuk, ada yang berbentuk kotak, segitiga, lingkaran, dan bentuk lainya.
image
b. Simbol Garis
image
Simbol garis berbentuk bermacam macam garis, Antara lain yakni : garis tebal, garis putus putus, garis sejajar, tanda tambah dan titik, tanda tambah dan kurang, dan lainya.
c. Simbol Warna

image
Gambar simbol warna peta
Warna yang digunakan tidak setiap warna yang dapat digunakan, hanya warna warna khusus yang digunakan. beberapa warna memiliki makna atau arti tertentu yang menggambarkan keadaan alam yang tergambar pada peta. Keadaan alam dan kenampakan sosial yang bisa dituliskan dengan simbol warna antara lain adalah : hasil budaya manusia (seperti : kota, jalan, candi, danlainya), dataran tinggi, dataran rendah, perairan, dan lain sebagainya.
 
d. Simbol Area Atau wilayah
image
Gambar Simbol Area Peta
Bukan sembarangan gambar yang dapat digunakan untuk simbol peta bagian ini, bentuk gambar unruk simbol peta adalah gambar gambar tertentu, seperti : pohon kelapa, padi, hewan, dan lain sebagainya. Gambar yang digunakan juga bukan gambar sebenarnya, biasanya dalam bentuk ilustrasi saja. Srtiap bentuk gambar pada simbol peta melambangkan keadaan benda yang digambar pada daerah uang dipetakan.

5. Garis Astronomis
Garis astronomis merupakan garis lintang dan garis bujur dengan angka derajat yang dituliskan pada tepi garis peta. Gris Astronomis merupakan garis khayal yang sebenarnya tidak ada di permukaan bumi. GAris astronomis perlu dibuat pada peta, karena sangat penting dan sangat besar manfaatnya. Apa saja fungsi darigaris astronomis ? berikut :
· Garis Lintang dan bujur untuk mencari lokasi suatu tempat atau daerah
· Garis bujur untuk menentukan daerah waktu di daerah yang dipetakan
· Garis Lintang untuk menentukan daerah iklim matahari daerah yang dipetakan.
6. Inset
Inset adalah peta kecil di dalam peta pokok yang fungsinya sebagai penunjuk lokasi daerah yang dipetakan terhadap daerah lain yang lebih luas. Terkadang inset di dalam peta pokok terutama tempat yang kosong. Inset digambar dengan skala yang berbeda dengan skala peta pokok
7. Lettering
Merupakan pengangkaan (angka) dan pemberian tulisan pada sebuah peta. Setiap peta pasti terdapat tulisan angka atau huruf yang memberi penjelasan setiap kenampakan yang tergambar pada sebuah peta. Tulisan biasnaya digunakan untuk menuliskan nama sungai, danau, kota, dan nama lainya. Angka peta biasnaya digunakan untuk menulis angka derajat dan ketinggian suatu tempat.








8. Legenda
Legenda merupakan unsur atau bagian peta yang berisi keterangan simbol simbol peta. Tempat legenda pada peta terdapat pada peta utama di tempat yang longgar / luas.
image





BAB III
PETA RENCANA UMUM TATA RUANG
Sebagaimana tercantum dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG”,
Pasal 2
(1) menegaskan bahwa Perencanaan Tata Ruang dilakukan untuk menghasilkan:
a. rencana umum tata ruang; dan
b. rencana rinci tata ruang.
Pasal 3
Rencana umum tata ruang dan rencana rinci tata ruang termasuk rencana tata ruang kawasan perkotaan, kawasan perdesaan, dan kawasan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dituangkan dalam Peta Rencana Tata Ruang. Bagian Kedua Peta Rencana Tata Ruang Paragraf 1 Umum
Pasal 4
(1) Peta Rencana Tata Ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 meliputi:
a. Peta Rencana Struktur Ruang; dan
b. Peta Rencana Pola Ruang.
(2) Selain Peta Rencana Tata Ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat ditetapkan Peta penetapan kawasan strategis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Yang berarti semua Bentuk dari Rencana Tata Ruang baik itu umum dan rinci, serta rencana tata ruang kawasan perkotaan, kawasan pedesaan, dan kawasan lainnya dituangkan dalam Peta Rencana Tata Ruang.
 

A. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah nasional digambarkan dengan menggunakan:
a) sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b) Peta Dasar Skala Minimal 1:1.000.000;
c) Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional; dan
d) Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12
NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG.
Pasal 12
1) Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf b meliputi:
a. kerincian kelas unsur; dan
b. simbolisasi.
2) Kerincian kelas unsur dan simbolisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.
3) Dalam hal diperlukan perubahan penggambaran kerincian kelas unsur dan simbolisasi pada Lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penentuan kerincian kelas unsur dan simbolisasi dilakukan oleh Kepala Badan dengan berkoordinasi bersama kementerian/lembaga pemerintah non kementerian terkait.
4) Perubahan penggambaran kerincian kelas unsur dan simbolisasi pada Lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diusulkan oleh kementerian/lembaga pemerintah non kementerian atau Badan.
5) Ketentuan lebih lanjut mengenai perubahan terhadap penggambaran kerincian kelas unsur dan simbolisasi diatur dengan peraturan Kepala Badan.
 
B. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
2. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar Skala Minimal 1:250.000;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
3. Dalam hal wilayah provinsi memiliki pesisir dan laut, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi dapat dilengkapi dengan Data Batimetri.
4. Dalam hal wilayah provinsi berbatasan dengan wilayah provinsi lain, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi disusun setelah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi yang berbatasan langsung.
5. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digambarkan dengan penggambaran wilayah provinsi ditambah dengan wilayah provinsi yang berbatasan langsung dalam Koridor 5 (lima) kilometer sepanjang garis perbatasan.
 

C. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten

1. Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar Skala Minimal 1:50.000;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
2. Dalam hal wilayah kabupaten memiliki pesisir dan laut, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten dapat dilengkapi dengan Data Batimetri.
3. Dalam hal wilayah kabupaten berbatasan dengan kabupaten/kota lain, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten disusun setelah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang berbatasan langsung.
4. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digambarkan dengan penggambaran wilayah kabupaten ditambah dengan wilayah kabupaten/kota yang berbatasan langsung dalam Koridor 2,5 (dua koma lima) kilometer sepanjang garis perbatasan.
 
D. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
1. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar Skala Minimal 1:25.000;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah kota; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
2. Dalam hal wilayah kota memiliki pesisir dan laut, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota dapat dilengkapi dengan Data Batimetri.
3. Dalam hal wilayah kota berbatasan dengan kabupaten/kota lain, Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota disusun setelah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang berbatasan langsung.
4. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah kota sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digambarkan dengan penggambaran wilayah kota ditambah dengan wilayah kabupaten/kota yang berbatasan langsung dalam Koridor 2,5 (dua koma lima) kilometer sepanjang garis perbatasan.

Sistem jaringan prasarana jalan pada Peta struktur ruang wilayah kota harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya.
 
image
image
image
image





BAB IV
PETA RENCANA RINCI TATA RUANG
 

A. Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Pulau/Kepulauan
Peta Rencana Tata Ruang Wilayah pulau/kepulauan digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar Skala Minimal 1:500.000;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Wilayah pulau/kepulauan; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
B. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional
1. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis nasional merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis nasional dalam Rencana Tata Ruang Wilayah nasional.
2. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis nasional digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis nasional; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam
3. Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b
C. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi
1. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis provinsi merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis provinsi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi.
2. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis provinsi digambarkan dengan menggunakan:
a. referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis provinsi; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
3. Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
D. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten
1. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kabupaten merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis kabupaten dalam Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten.
2. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kabupaten digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kabupaten; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
3. Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
E. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota
1. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kota merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis kota dalam Rencana Tata Ruang Wilayah kota.
2. Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kota digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar pada Skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau sesuai kebutuhan;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kota; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
3. Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis kota memuat unsur dengan tingkat kedetilan geometris sesuai dengan Skala yang ditetapkan.
F. Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota
1. Peta Rencana Detail Tata Ruang kabupaten/kota digambarkan dengan menggunakan:
a. sistem referensi Geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11;
b. Peta Dasar dengan Skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan;
c. Unit Pemetaan yang dapat digunakan untuk Rencana Detail Tata Ruang kabupaten/kota; dan
d. Ketelitian muatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
2. Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b wajib dikonsultasikan kepada Kepala Badan.
 
BAB V
KESIMPULAN

KESIMPULAN
Rencana Tata Ruang baik itu Umum maupun Rinci, telah di atur oleh Peraturuan Pemerintah yang setiap tahunnya diatur dan di ubah oleh Pemerintah sesuai dengan Kebutuhan yang berkembang. Setiap Rencana Tataruang Umum dan Rinci di tuangkan ke dalam Peta Tata Ruang.
 
 



DAFTAR PUSTAKA
SMAN 104 Jakarta.2014.http://geografi.sman104jkt.sch.id/pengertian-fungsi-dan-jenis-peta/. Mei 2015
http://www.gerbangilmu.com/2015/01/pengertian-syarat-dan-unsur-peta-lengkap-dengan-gambar.html. Mei 2015
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG
 
 
Anda dapat mendwonload filenya pada link di bawah ini.
Dwonload file .pdf

Kecerdasan buatan (artificial intelligence)

Kecerdasan buatan   adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga   in...